Senin, 02 Februari 2015
Cinta yang berbeda bentuknya
Cinta yang berbeda bentuknya, adalah ketika kau mencintai seseorang yang bukan kekasihmu, bukan keluargamu juga bukan kerabat dekatmu. dia hanyalah orang asing yang tak sengaja kau temui dijalan hidupmu. ketika kau tersandung dan tepincang karena batu kerikil yang tak sengaja kau injak,maka ia tak segan membantumu berdiri.
Disaat kau jenuh dengan hidupmu yang itu2 saja, ia adalah orang pertama yang kau tuju untuk bekeluh kesah. ia pula orang yang kau kabari pertama kali ketika bahagia menghampirimu. saat cowok yang kau taksir menyatakan cinta padamu, saat kekasihmu melamarmu dihadapan orang tuamu, pun saat hari pernikahanmu. ia adalah orang pertama yang sangat kau ingini untuk hadir disaat bahagiamu itu
Dia adalah orang yang bisa membuatmu menjadi diri sendiri tanpa harus repot-repot memakai topeng hanya untuk terlihat cantik atau sempurna. dia adalah seseorang yang kau sebut sahabat. seseorang yang membuatmu nyaman dan bisa berbagi apa saja. tanpa perlu dongkol meski ia menertawakanmu karena sikap bodohmu.
Sayangnya, cinta yang berbeda bentuknya ini mungkin pula akan berbeda dengan seiring waktu. jika bukan kamu yang berubah maka dia yang akan berubah, atau bisa jadi kalian berdua yang akan berubah. waktu tak kan berhenti berjalan menunggu kalian yang saling mengasihi atas nama persahabatan dan kenyamanan. waktu tetap akan berjalan angkuh meninggalkan kalian dengan kenangan2 yang berusaha di rangkul dengan erat. yang suatu saatpun akan pudar dengan perlahan.
Hari ini, ketika aku telah menjadi wanita yang berbahagia. dengan suami yang merangkulku kala lelah, juga bersukaria karena berita dua strip merah yang aku ceritakan tempo hari. aku merasa sepi. bukan kawan, bukan karena aku tak bersyukur karena kebahagiaanku yang melimpah ruah ini. tapi karena aku merasa jauh dan asing dengan sosok yang biasanya menemaniku menempuh bahagia dan sedih bersama
Dia dekat, dekat sekali. bisa kutemukan dia disosial media. dimedia chating, twitter, facebook bahkan blog. tapi entahlah... seperti ada jarak tak tampak,layaknya tembok yang begitu tinggi yang menghalangi kami. maka bolehkah kusebut itu dengan komunikasi?
Jika diibaratkan,kami ini seperti dua orang asing yang baru bertemu, begitu kaku untuk memulai pembicaraan. sampai akhirnya kami, cuma bisa saling berkata hai. lalu diam kembali untuk waktu yang lama.
Semoga kelak aku bisa kembali merengkuhnya. dengan canda dan tawa yang sama. entah bagaimana caranya. biar Tuhan yang mengatur jalannya nanti. kita tunggu saja waktunya tiba.
Yang sedang rindu sahabatnya,
El Arifah
#latepost #draftlama
Langganan:
Postingan (Atom)
