Sejujurnya semalam aku bermimpi tentangmu, melihatmu kembali dengan senyuman, lalu memelukku yang terpaku sambil menangis
"Aku pulang"
"Apa kamu benar pulang?" tanyaku dengan suara gemetar
"Iya, aku pulang, kamu jangan sedih2 lagi"
"Jangan pergi lagi ya"
Kamu cuma tersenyum sambil mengusap rambutku pelan, aku membenamkan kepalaku pada dadamu, sungguh hangat dan menenangkan sekali kala itu.
Hp disamping kasur berderit, alarm membangunkanku pukul 4 pagi, suara mengaji di mushola sayup-sayup terdengar. Aku mengerjapkan mata. menatap sekitar kamar dalam remangnya lampu tidur, Zee mengulat dan bergumam "Ibuk nene" aku menepuk-nepuknya pelan . Aku menunduk ke kasur bawah, El masih nyenyak dengan posisi di pinggir kasur hampir terjatuh. Dia mirip aku, tingkah tidurnya sungguh masyaallah, No doubt, he got my DNA :)
Aku masih mengumpulkan nyawa saat adzan subuh berkumandang. Ada rasa sesak yang susah di ungkapkan saat mengingat mimpiku tentangmu.
"Kamu bohong yah, katanya kamu pulang" Aku berbisik dengan isak yang tertahan. "Atau mungkin kamu beneran pulang, hanya saja aku gak tau?"
Kini aku mulai menyadari, melewati juli memang tak pernah mudah ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar